Pada 2026, kata dia, Dinas Kehutanan Sumbar menargetkan penyediaan 550 ribu batang bibit melalui persemaian permanen, terdiri atas 100 ribu batang yang dikelola Dinas Kehutanan Sumbar dan 450 ribu batang dari persemaian Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani mengatakan penanaman pohon menjadi salah satu langkah mitigasi yang perlu diperkuat untuk mencegah bencana banjir dan tanah longsor yang berulang di daerah tersebut.
Menurut dia, bencana yang terjadi di daerah aliran sungai (DAS) Batang Kuranji dan DAS Air Dingin berdampak terhadap permukiman, infrastruktur jalan dan jembatan, jaringan irigasi, serta lahan pertanian masyarakat.
"Perbaikan infrastruktur pascabencana perlu berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan di bagian hulu dan tengah DAS. Jika kondisi kawasan tersebut tidak dibenahi, risiko banjir dan longsor dapat terus berulang meskipun infrastruktur telah diperbaiki," kata dia.
Ia mengatakan, penanganan lahan kritis membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, pihak swasta, dan organisasi lingkungan agar rehabilitasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, Koordinator Program KKI Warsi Sumbar Yudi Fernandez menyatakan kegiatan penanaman serentak juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perubahan iklim dan pentingnya pemulihan lingkungan dalam menghadapi bencana.