Ia menjelaskan penanaman dilaksanakan secara bersamaan di 11 lokasi dengan dukungan teknis Dinas Kehutanan Sumbar dan Unit Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Sedangkan kelompok tani hutan dan kelompok perhutanan sosial menjadi bagian dari penerima manfaat program.
Sebelas lokasi tersebut yaitu Nagari Sundata Selatan (Pasaman), Nagari Sinuruik (Pasaman Barat), Nagari Harau (Limapuluh Kota), Nagari Koto Kaciak (Agam), Kelurahan Guo (Kota Padang), Nagari Padang Laweh Selatan (Sijunjung).
Selanjutnya Nagari Kinari (Solok), Nagari Kapau Alam Pauh Duo (Solok Selatan), Nagari Gunung Medan (Dharmasraya), Nagari Taluak Tigo Sakato (Pesisir Selatan), serta Desa Matobe (Kepulauan Mentawai).
"Melalui program RBP, kami mendukung pengadaan sekitar 6.000 batang bibit di enam KPH. Pelaksanaannya dilakukan bersama Dinas Kehutanan Sumbar agar kegiatan penanaman dapat menjangkau kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan hutan," ujarnya.
Ia menambahkan, program RBP akan berlanjut selama tiga hingga empat bulan setelah kegiatan penanaman serentak, melalui sejumlah kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) hutan rakyat, agroforestri, dan pengembangan arboretum.
"Melalu kolaborasi tersebut, rehabilitasi hutan dan lahan di Sumbar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga diikuti pemeliharaan tanaman dan keterlibatan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan tutupan lahan serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi," katanya.