Selain modernisasi perikanan tangkap, KKP juga mengembangkan sektor budidaya melalui pembangunan sekitar 40 ribu titik budidaya hingga 2029. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan tim redaksi aktivitas penangkapan dan budidaya sehingga pemanfaatan sumber daya laut tetap lestari.

"Kita budidaya tematik lebih kurang 40 ribu. Dari 40 ribu ini, justru nanti yang namanya aquaculture, aquafarming, itu kita lakukan peningkatan ke depan. Sehingga terjadi balancing tim redaksi penangkapan dan budidaya. Budidaya makin meningkat, penangkapan makin berkurang," jelas Didit.

Didit menambahkan, KKP saat ini juga tengah membangun Program Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia, termasuk sekitar 200 titik di Papua. Secara nasional, sebanyak 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan dibangun tahun ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Ia pun berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat mengidentifikasi berbagai potensi dan tantangan di lapangan, sekaligus memberikan rekomendasi yang dapat memperkuat efektivitas program-program pemberdayaan masyarakat pesisir.

Pada kesempatan tersebut, Didit menegaskan konsep ekonomi biru dijalankan melalui pendekatan konservasi, modernisasi armada perikanan, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), serta pengaturan kuota dan waktu penangkapan ikan.