NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong efisiensi usaha nelayan melalui operasional 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dilengkapi fasilitas pendukung, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
Dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah, di Jakarta, Senin, Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati mengatakan pembangunan KNMP dirancang untuk mengatasi berbagai kendala usaha nelayan, termasuk keterbatasan akses bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan es, fasilitas penyimpanan ikan, dan jangkauan pemasaran.
Ia menjelaskan fasilitas yang disediakan dalam satu kawasan KNMP meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, gudang pendingin (cold storage), dermaga, bengkel kapal, serta fasilitas pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Menurut Ayu, keberadaan fasilitas terintegrasi tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menekan biaya operasional, sekaligus menjaga kualitas ikan setelah ditangkap.
Ketersediaan es dan cold storage, misalnya, memungkinkan hasil tangkapan ditangani dan disimpan dengan lebih baik sebelum dipasarkan.
Dengan demikian, mutu ikan diharapkan tetap terjaga, sehingga memiliki peluang memperoleh nilai jual yang lebih baik.
Ayu menjelaskan selain mendukung kegiatan penangkapan ikan, fasilitas pengolahan dan pemasaran juga dirancang untuk memperkuat rantai usaha perikanan.
Melalui dukungan tersebut, nelayan diharapkan memiliki akses yang lebih luas dalam memasarkan hasil tangkapan.
Ayu mengatakan pemerintah berupaya memperbaiki ekosistem usaha perikanan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran, agar nelayan tidak menghadapi hambatan usaha secara sendiri-sendiri.
KKP mencatat sebanyak 65 KNMP tahap pertama telah beroperasi. Sementara itu, pembangunan 35 lokasi tahap berikutnya mencapai progres 94,53 persen per 2 Oktober 2026.
Pembangunan KNMP akan dilanjutkan hingga 2029 dengan sasaran 5.000 desa nelayan di Indonesia.