Perubahan itu turut memunculkan kebutuhan terhadap profesi baru, seperti operator pakan otomatis, teknisi sistem budi daya, analis data satelit untuk pemantauan ikan, hingga pilot drone untuk survei pesisir dan perikanan.

Ia juga mendorong agar riset di lingkungan pendidikan vokasi lebih berorientasi pada inovasi terapan yang dapat menjawab kebutuhan industri, bukan sekadar menghasilkan publikasi akademik.

Irwan menegaskan ketersediaan SDM yang kompeten menjadi faktor pendukung penting dalam pelaksanaan enam program prioritas KKP. Oleh karena itu, pendidikan vokasi perlu menghasilkan lulusan yang adaptif dan mampu mengadopsi teknologi baru untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.