Untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan, Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara bersama Dinas Perikanan Kabupaten Jepara melakukan pendampingan dan pengawasan secara berkala.
Hasil pemantauan tim teknis BBPBAP Jepara, penyuluh perikanan, serta jajaran Kecamatan Karimunjawa menunjukkan kegiatan modeling masih berjalan dengan baik. Sejumlah persoalan yang muncul juga terus diupayakan penyelesaiannya.
Anggota Pokdakan Karya Jaya Bersama Ilyas mengatakan pertumbuhan rumput laut yang telah berumur sekitar 25-30 hari dalam kondisi baik dan sebagian sudah dapat dikembangkan menjadi calon bibit baru.
Ia juga menyebut penggunaan kerangka sarana budi daya dalam modeling tersebut tidak mengganggu ekosistem terumbu karang karena lokasi pemasangan memperhatikan kedalaman perairan saat kondisi surut terendah.
"Dari pengalaman kami, sebenarnya warga lokal juga telah terbiasa sejak dulu menempati area laut dangkal dan berkarang untuk budi daya rumput laut. Rumput laut yang ditanam di atas karang dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik sesuai perubahan musim," ujarnya.
Di sisi lain, tim teknis menemukan adanya pengaruh perubahan cuaca yang menyebabkan peningkatan suhu perairan. Hasil pemeriksaan kualitas air menunjukkan suhu permukaan di sejumlah titik berada di ambang batas standar kualitas air untuk kegiatan budi daya.