Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor munculnya lumut yang menyerang sebagian rumput laut. Tim menyebut kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah budi daya rumput laut lainnya di Indonesia.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KKP memberikan tambahan bibit dari Balai Besar Perikanan Budi Daya Laut (BBPBL) Lampung untuk mengganti sebagian bibit yang rusak sekaligus menambah ketersediaan varietas bibit berkualitas.

Total pengiriman bibit rumput laut hasil kultur jaringan mencapai 5.400 kilogram yang telah didistribusikan kepada enam kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) dan saat ini dilaporkan dalam kondisi baik.

Camat Karimunjawa Nuril Abdillah mengatakan berdasarkan peninjauan terhadap sekitar 10 pembudidaya, para pembudidaya tidak mengalami kerugian secara keseluruhan karena selama proses penyiapan penanaman mereka juga mendapatkan pendampingan dan bantuan bibit.

"Memang betul diakui ada bibit rumput laut yang rusak akibat lumut. Tapi perbandingan antara yang rusak dengan banyaknya bantuan yang diterima itu, masih lebih besar bantuannya. Misalnya ada petani yang menyebut bibitnya rusak satu kuintal, tetapi mendapat bantuan bibit empat sampai lima kuintal," ujarnya.

Pengembangan modeling budi daya rumput laut tersebut mencakup kawasan seluas 50 hektare, terdiri atas lima hektare untuk kebun bibit dan 45 hektare untuk area pembesaran.