NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pengembangan modeling budi daya rumput laut di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dilakukan dengan menerapkan sarana dan standar teknis yang lebih ramah lingkungan.
"KKP berkomitmen menjadikan Karimunjawa sebagai sentra produksi budi daya rumput laut di Jateng sekaligus menghidupkan kembali komoditas tersebut sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat pesisir," kata Direktur Rumput Laut Ditjen Perikanan Budi Daya KKP Nono Hartanto melalui keterangan tertulis yang diterima di Jepara, Jumat.
Menurut dia, KKP ingin membangkitkan kembali kejayaan rumput laut di Karimunjawa sebagai sumber utama perekonomian masyarakat pesisir Jepara dan penopang produksi rumput laut nasional, yang sempat menurun drastis sejak 2009 karena berbagai permasalahan.
Ia menjelaskan modeling budi daya rumput laut tersebut mengedepankan tiga aspek, yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta mengacu pada standar teknis budi daya yang direkomendasikan.
Dari sisi lingkungan, modeling tersebut mengubah penggunaan sarana yang dinilai berpotensi mencemari perairan, seperti tali rafia dan pelampung berbahan botol plastik, dengan sarana berbahan high density polyethylene (HDPE) yang dinilai lebih ramah lingkungan.
Menurut Nono, penggunaan botol plastik sebagai pelampung berisiko menimbulkan pencemaran perairan, termasuk potensi mikroplastik yang dapat berdampak terhadap biota laut.
Sementara dari aspek sosial dan ekonomi, pengembangan budi daya rumput laut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir, membuka kesempatan berusaha, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan pesisir.
Untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan, Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara bersama Dinas Perikanan Kabupaten Jepara melakukan pendampingan dan pengawasan secara berkala.
Hasil pemantauan tim teknis BBPBAP Jepara, penyuluh perikanan, serta jajaran Kecamatan Karimunjawa menunjukkan kegiatan modeling masih berjalan dengan baik. Sejumlah persoalan yang muncul juga terus diupayakan penyelesaiannya.
Anggota Pokdakan Karya Jaya Bersama Ilyas mengatakan pertumbuhan rumput laut yang telah berumur sekitar 25-30 hari dalam kondisi baik dan sebagian sudah dapat dikembangkan menjadi calon bibit baru.
Ia juga menyebut penggunaan kerangka sarana budi daya dalam modeling tersebut tidak mengganggu ekosistem terumbu karang karena lokasi pemasangan memperhatikan kedalaman perairan saat kondisi surut terendah.
"Dari pengalaman kami, sebenarnya warga lokal juga telah terbiasa sejak dulu menempati area laut dangkal dan berkarang untuk budi daya rumput laut. Rumput laut yang ditanam di atas karang dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik sesuai perubahan musim," ujarnya.
Di sisi lain, tim teknis menemukan adanya pengaruh perubahan cuaca yang menyebabkan peningkatan suhu perairan. Hasil pemeriksaan kualitas air menunjukkan suhu permukaan di sejumlah titik berada di ambang batas standar kualitas air untuk kegiatan budi daya.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor munculnya lumut yang menyerang sebagian rumput laut. Tim menyebut kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah budi daya rumput laut lainnya di Indonesia.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, KKP memberikan tambahan bibit dari Balai Besar Perikanan Budi Daya Laut (BBPBL) Lampung untuk mengganti sebagian bibit yang rusak sekaligus menambah ketersediaan varietas bibit berkualitas.
Total pengiriman bibit rumput laut hasil kultur jaringan mencapai 5.400 kilogram yang telah didistribusikan kepada enam kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) dan saat ini dilaporkan dalam kondisi baik.
Camat Karimunjawa Nuril Abdillah mengatakan berdasarkan peninjauan terhadap sekitar 10 pembudidaya, para pembudidaya tidak mengalami kerugian secara keseluruhan karena selama proses penyiapan penanaman mereka juga mendapatkan pendampingan dan bantuan bibit.
"Memang betul diakui ada bibit rumput laut yang rusak akibat lumut. Tapi perbandingan antara yang rusak dengan banyaknya bantuan yang diterima itu, masih lebih besar bantuannya. Misalnya ada petani yang menyebut bibitnya rusak satu kuintal, tetapi mendapat bantuan bibit empat sampai lima kuintal," ujarnya.
Pengembangan modeling budi daya rumput laut tersebut mencakup kawasan seluas 50 hektare, terdiri atas lima hektare untuk kebun bibit dan 45 hektare untuk area pembesaran.