NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat standardisasi produk perikanan nasional guna meningkatkan daya saing sekaligus mendorong kenaikan ekspor ke pasar global melalui penguatan mutu, inovasi, dan jaminan kualitas.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDS PKP) KKP Yudi Nurul Ihsan mengatakan standardisasi menjadi kunci agar produk perikanan nasional mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

"Karena kita ada di hilirnya, jadi ujung tombak bagaimana produk kelautan dan perikanan ini bisa lebih baik, bisa meningkat daya saingnya, maka kita punya target. Pertama, nilai ekspor perikanan kita harus naik dua kali lipat," kata Yudhi dalam Forum Konsultasi Publik Layanan yang digelar Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) KKP di Jakarta, Jumat.

Ia menargetkan nilai ekspor perikanan Indonesia meningkat hingga dua kali lipat dari posisi saat ini yang mencapai sekitar 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) bisa menjadi lebih dari 10 miliar dolar AS.

Menurut dia, peningkatan ekspor dapat dicapai karena pelaku usaha perikanan memiliki banyak inovasi, namun sebagian produk belum memenuhi standar mutu yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar internasional.

Karena itu, KKP akan memperkuat standardisasi agar produk perikanan memiliki kualitas yang konsisten sehingga mampu memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor secara berkelanjutan dan kompetitif.

Selain meningkatkan ekspor, kementerian juga menargetkan kenaikan konsumsi ikan nasional melalui dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong ikan menjadi sumber protein utama masyarakat Indonesia.

Yudi menjelaskan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 yang mengatur konsumsi ikan sedikitnya dua kali setiap pekan menjadi momentum memperluas pemanfaatan produk perikanan berkualitas bagi generasi muda.