Kementerian juga terus memperkuat jaminan mutu produk perikanan agar masyarakat, khususnya pelajar, semakin yakin mengonsumsi ikan karena keamanan, kualitas, dan pengawasannya telah dijalankan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, kementerian berupaya mengubah pola konsumsi generasi muda dengan mendorong pengembangan produk olahan ikan yang lebih modern, praktis, dan sesuai selera pasar.
Menurut Yudi, berbagai produk olahan berbahan ikan dinilai lebih diminati kalangan muda dibandingkan olahan konvensional sehingga memiliki peluang besar meningkatkan konsumsi protein berbasis hasil perikanan nasional.
Untuk mendukung target ekspor, Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap mengoptimalkan pasar utama seperti Jepang, China, Eropa, dan Amerika Serikat sebagai tujuan perdagangan produk perikanan Indonesia.
Selain mempertahankan pasar tradisional tersebut, kementerian juga membidik Afrika dan Timur Tengah sebagai tujuan ekspor potensial melalui penguatan standardisasi produk dan peningkatan daya saing perikanan nasional.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo Januardhi Effyandono menilai jaminan keamanan produk perikanan menjadi fondasi penting agar ikan aman dikonsumsi masyarakat sekaligus memenuhi persyaratan ekspor.
Menurut Donny, negara tujuan ekspor memiliki skema sertifikasi berbeda dengan persyaratan lebih kompleks sehingga biaya pemenuhan standar kerap membebani nelayan maupun produsen perikanan olahan domestik.
Karena itu, BSN mendorong BBP3KP KKP memperluas lingkup layanan sertifikasi sesuai persyaratan berbagai negara tujuan ekspor agar proses pengujian lebih terpadu dan efisien bagi pelaku usaha.