NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap sistem perekrutan anak buah kapal (ABK) perikanan saat ini masih banyak dilakukan melalui jasa calo atau makelar. Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu munculnya berbagai persoalan hingga kekerasan terhadap ABK.

Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan KKP Mochamad Idnillah menyampaikan lowongan kerja sebagai ABK banyak ditemui di Facebook.

"Sistem perekrutannya ini masih banyak menggunakan jasa calo atau makelar. Mungkin rekan-rekan sekalian bisa ngecek di Facebook dan lain-lain, itu yang sering menyebabkan terjadinya permasalahan, terjadinya kekerasan terhadap ABK," ujar Idnillah di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Idnillah mengatakan persoalan kerap bermula dari janji saat proses perekrutan. Di mana, ABK dijanjikan uang muka atau kasbon dalam jumlah yang besar. Namun dalam praktiknya, jumlah uang yang diterima saat kapal berangkat sering kali jauh lebih kecil.