NADIKABAR.COM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan kapasitas produksi garam rakyat di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga empat kali lipat melalui pembangunan dapur perebusan garam sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Miftahul Huda, dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan peningkatan kapasitas produksi terlihat dari salah satu unit dapur perebusan yang sebelumnya menghasilkan 20–30 kilogram (kg) garam dalam satu kali proses, kini meningkat menjadi sekitar 70–120 kg.

Dengan rata-rata dua kali perebusan per hari, satu unit dapur tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 1,4 ton garam per pekan.

"Bantuan ini tidak hanya berupa bangunan yang lebih kokoh dan permanen, tetapi juga dilengkapi fasilitas tungku dan wajan perebusan dengan kapasitas lebih besar dari sebelumnya,” ujar Huda.