NADIKABAR.COM — Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat menyatakan kesiapan pemerintah menghubungkan energi hijau dari olahan sampah daerah dengan industri besar sebagai sumber energi alternatif.
Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu, Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menjelaskan langkah itu ditempuh agar sampah yang diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki pembeli yang jelas, sehingga pengolahan sampah di daerah berjalan berkelanjutan.
"Pemerintah akan mendorong kalau ada kesulitan soal pembeli dan sebagainya, nanti kami akan coba komunikasi. Karena sebaliknya, dari pihak pembeli juga sudah menghubungi kami (KLH). Mereka mencari di mana ada produk-produk yang seperti ini, tolong diberitahu untuk bisa dia peroleh," kata Jumhur.
Usai meninjau Pusat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi di Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (3/10), Jumhur menyampaikan pemanfaatan bahan bakar dari olahan sampah menawarkan solusi ganda bagi industri padat energi untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dan gas bumi.