Seluruh kegiatan dialog tersebut akan berfokus pada lima topik utama, yakni transisi energi bersih dan industrialisasi hijau, sinergi berbasis alam (Rio synergy), kota berketahanan iklim dan bebas sampah (zero waste), pendanaan iklim dan pasar karbon, serta keadilan iklim dan masyarakat inklusif.

"Total keseluruhan sesi dialog dijadwalkan sebanyak 67 sesi, yang dimulai dari pembukaan pada 8 November hingga penutupan pada 20 November 2026," kata Jumhur.

Dia menekankan bahwa sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dan pengurangan jejak karbon, delegasi Indonesia juga telah mengambil inisiatif penanaman pohon untuk mengimbangi (offset) emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari perjalanan udara para delegasi.