NADIKABAR.COM — KM Virgo Transport 8 diterjang ombak tinggi hingga miring (listing) sebelum terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Bagaimana bisa kapal jenis RoRo mengangkut 243 orang itu berlayar menerjang cuaca buruk seperti itu? Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak, Surabaya angkat bicara.
Seperti diketahui KM Virgo Transport 8 yang berada di bawah PT Virgo Karya Shipping (VKS) berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Dalam perjalanan melintasi Laut Jawa, kapal itu dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk.
Sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada Minggu (13/9), kapal mengalami kemiringan atau listing. Komunikasi dengan kapal pun terputus. Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan insiden ini pukul 04.10 Wita dan mengerahkan KN SAR Laksmana 241 untuk pencarian dan pertolongan.
Kapal Virgo membawa total 243 orang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet beserta 89 unit kendaraan. Saat ini masih ada 129 penumpang maupun kru kapal yang dicari, sedangkan 6 dari 108 korban yang telah dievakuasi dinyatakan meninggal.
Boleh tidaknya sebuah kapal berlayar merupakan wewenang dari KSOP. Mengenai kejadian Virgo Transport yang berlayar menerjang cuaca buruk tersebut, Kepala KSOP Tanjung Perak Agustinus Maun memberikan penjelasan.
"Yang kami terima dari prakiraan cuaca pada tanggal itu tidak ada masalah dan ketinggian (gelombang) pada tanggal itu paling tinggi 2 meter. Kapal dengan bobot tonase 8500 itu masih bisa melewati situasi seperti itu," ujarnya.
Maun mengaku setelah terjadinya insiden ini dirinya sudah berkoordinasi dan bertemu dengan Kepala BMKG Tanjung Perak. Dia tegaskan lagi bahwa pada tanggal 12 September itu tidak ada peringatan cuaca buruk untuk pelayaran dari BMKG.