"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG, jadi sebenarnya tanggal 12 itu tidak ada informasi peringatan cuaca. Informasi peringatan cuaca yang kami terima di daerah Laut Jawa ini pada ketinggian satu setengah sampai 2 meter, artinyak kapal masih bisa melewati situasi seperti itu," ujarnya.
Sayangnya, Maun tidak menyebutkan berapa batasan ketinggian gelombang hingga kapal tidak diizinkan untuk melaut. Dia seolah-olah mengesankan bahwa pertimbangan utama atau standar penentuan boleh tidaknya berlayar itu justru dari peringatan BMKG.
"Jadi nanti ada informasi dari BMKG bahwa peringatan itu tidak diizinkan untuk pelayaran, baru kami hentikan dan hari itu apabila ada peringatan dini maka kami tidak akan izinkan kapal itu untuk berlayar," katanya.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 sempat melaporkan cuaca buruk pada Minggu dini hari pukul 02.00 Wita. Kemudian pukul 04.10 Wita tim General Manager PT Virgo melaporkan hal itu kepada Basarnas.
Kejadian itu dilaporkan ke Kantor SAR Banjarmasin untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan. Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan 1 tim menuju Dermaga SAR Basirih pada pukul 04.30 Wita.
"Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan," jelas Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan seperti dihimpun dari keterangan resmi.