NADIKABAR.COM — Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi yang terbalik usai terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Kota Serang, akan kembali diapungkan. Proses tersebut akan dilakukan pada awal November.

"Dalam waktu dekat. Ini hari ini lagi bahas sama KSOP, mudah-mudahan minggu ini udah ada proses penunjukan dan kita harapkan di awal November itu udah ada pelaksanaan pengapungan," kata General Manager (GM) ASDP Merak Umar Imran Batubara di Mapolda Banten, Kota Serang, Kamis (29/10/2026).

ASDP sedang berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) untuk menunjuk pelaksana proses pengapungan. ASDP belum menentukan metode yang akan digunakan dalam proses tersebut.

"Nanti kalau misalnya udah ada penunjukan, kami juga akan mengundang pihak terkait dari Polairud, dari KSOP untuk nanti dari pihak pelaksana pengapungan itu akan menjelaskan metode dan cara untuk pengapungan itu," katanya.

Setelah proses pengapungan, petugas kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menentukan penyebab kebakaran KMP Batumandi.

"Nanti setelah proses pengapungan kan ada dari pihak terkait, dari kepolisian kan ada investigasi dulu, pemeriksaan, kemudian dari KNKT," ucapnya.

Saat ini, telah ada kapal yang ditunjuk untuk mengisi kekosongan layanan penyeberangan akibat terbakarnya KMP Batumandi pada Selasa (20/10).

"Mungkin diketahui kemarin ada KMP Port Link III ya, yang tadinya udah dialokasi ke Surabaya, kini kembali lagi ke Merak-Bakauheni," ujarnya.