"Enam minggu lalu, hanya dua kata. Hanya butuh dua kata. Dua kata yang berakar pada cinta dan pembebasan," ucapnya dari atas panggung seperti diberitakan Variety pada Senin (26/10).

"Bukan menentang siapa pun, bukan memecah belah. Bukan seruan kebencian. Tapi seruan untuk mengakui kemanusiaan kita bersama. Free Palestine! Hal yang sama yang saya inginkan untuk kita semua, kebebasan, martabat, hak untuk hidup tanpa rasa takut."

Ia menyoroti betapa ironisnya dua kata tersebut dianggap sangat mengancam bagi sebagian orang, sehingga mereka lebih memilih membungkamnya ketimbang menghadapi makna sebenarnya.

"Karena kebebasan yang membutuhkan penindasan orang lain sama sekali bukan kebebasan," tegas Macklemore.

"Sementara dunia memperdebatkan kata-kata itu, kita melihat videonya, kita melihat rekamannya, kita melihat orang tua menarik anak-anak mereka dari puing-puing. Keluarga-keluarga dihapuskan. Kehancuran di luar imajinasi kita. Dan entah bagaimana, kata-kata itu menjadi lebih kontroversial daripada penderitaan yang membuatnya perlu disuarakan."

Langkah berani ini diambil tak lama setelah ia resmi dicoret dari sisa tur Loop milik Ed Sheeran di Amerika Serikat pada 14 September. Pemecatan itu terjadi usai Macklemore meneriakkan dukungan untuk Palestina pada penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey.