Aksinya kala itu langsung viral dan memancing gelombang kritik, termasuk dari penyanyi Pink dan petisi dari Dewan Amerika Israel (IAC) yang mendesak promotor segera bertindak.

Pihak promotor Messina Touring Group mendepak Macklemore dengan dalih mendapat ancaman pembatalan konser dari pihak pengelola venue. Macklemore sempat menuding pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, sebagai sosok yang menolak kehadirannya dan memprovokasi pemilik stadion lain.

Menariknya, pemecatan ini justru memicu aksi solidaritas. Musisi pembuka lainnya, seperti Finneas dan Lukas Graham, serta sebagian besar band pengiring Sheeran kompak mundur dari tur tersebut.

Di sisi lain, Ed Sheeran yang awalnya merilis pernyataan panjang untuk bersikap netral dari urusan politik akhirnya ikut bersuara akibat tekanan publik. Pada konsernya di Philadelphia pertengahan September lalu, Ed Sheeran secara terbuka mengutuk kekerasan yang terjadi.

"Apa yang terjadi di Israel dan di Festival Musik Nova pada 7 Oktober mengerikan dan menambah penderitaan orang Yahudi selama berabad-abad. Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan, serta tidak proporsional," kata Sheeran.

Setelah manggung di Dublin, Macklemore kini bersiap melanjutkan gema tur Free Palestine ke Paris pada Kamis (29/10) dan terakhir di London pada Jumat (30/10).