Sementara itu, CEO Meraya Coki Lubis menekankan bahwa pengembangan halal tourism tidak cukup hanya mengandalkan promosi destinasi untuk membangun kesadaran publik (awareness).
βDestinasi yang indah belum tentu dikenal, yang dikenal belum tentu dikunjungi, dan yang dikunjungi belum tentu memberikan dampak ekonomi yang merata. Karena itu, kita perlu menghubungkan potensi destinasi dengan pasar, sekaligus memastikan masyarakat lokal menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata,β ujar Coki.
Coki juga menekankan pentingnya pendekatan bottom-up dalam membangun ekosistem wisata.
Menurutnya, masyarakat di sekitar destinasi perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan dan pengembangan, bukan sekadar menjadi penerima manfaat setelah program berjalan.