Kegiatan pengolahan itu juga melibatkan 11 perempuan yang merupakan istri nelayan sebagai tenaga kerja.

Selain mengolah ikan menjadi fillet, KNMP Ketapang memanfaatkan bagian ikan yang tidak digunakan, seperti isi perut, tulang, dan kepala, sebagai bahan baku tepung ikan.

Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP Budi Yuwono mengatakan limbah tersebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp3.000–Rp4.000 per kilogram.