NADIKABAR.COM — Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah mengirim 77 ton tuna loin ke Jakarta untuk mendukung kebutuhan bahan baku unit pengolahan ikan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Operasionalisasi KNMP yang juga Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Victor Gustaaf Manoppo menyebut pengiriman tersebut dilakukan secara bertahap sejak KNMP mulai beroperasi pada Mei 2026.
Sebanyak 65 ton tuna loin sebelumnya telah dikirim ke Jakarta dengan nilai Rp2,54 miliar melalui mitra koperasi, demikian keterangan pers KKP di Jakarta, Senin.
Pada Sabtu (26/9), KNMP kembali mengirim 12 ton tuna loin untuk menjadi bahan baku unit pengolahan ikan (UPI) di Jakarta sebelum produknya diekspor.
Pengolahan tuna menjadi tuna loin adalah salah satu kegiatan usaha KNMP untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.
Selain loin, bagian tuna lainnya seperti tetelan, kama, toro, dan daging merah juga dimanfaatkan dan dikirim ke Jakarta.
Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) selaku Sekretaris Satgas Operasionalisasi KNMP Ali Rahmat Iman Santoso menyebut operasional KNMP turut mendorong kenaikan harga tuna di tingkat nelayan dari sekitar Rp25.000-Rp30.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Menurut Ali, kenaikan harga tersebut berdampak pada pendapatan nelayan yang rata-rata meningkat dari sekitar Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan.
KKP mencatat KNMP Tongke-Tongke yang menjadi salah satu unit bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih saat ini memiliki 80 anggota koperasi dan mempekerjakan 39 tenaga kerja lokal.
Kegiatan usaha didukung sejumlah fasilitas, antara lain cold storage, pabrik es, gudang beku, tempat pendaratan ikan, kios perbekalan, serta kendaraan berpendingin.
KKP menargetkan pengembangan KNMP tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kelembagaan, akses pembiayaan, pengolahan hasil perikanan, dan akses pasar sehingga hasil tangkapan nelayan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.