Dani menilai penguatan rantai pasok perikanan dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata. Studi Bank Dunia pada 2025 mengenai perikanan Indonesia menunjukkan investasi pada cold storage, fasilitas pengolahan, dan pasar ikan berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan sekitar 23-47 persen.
Dani menekankan angka tersebut merupakan dampak investasi rantai pasok secara lebih luas, bukan peningkatan pendapatan yang secara otomatis diperoleh nelayan dari fasilitas cold chain.
Namun, dengan temuan tersebut dapat menjadi indikasi besarnya manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari pembenahan rantai pasok perikanan.
Dengan sistem yang terintegrasi, Dani menilai manfaat ekonomi dari penguatan rantai dingin dapat menjangkau lebih banyak pelaku di sepanjang rantai pasok. Nelayan memperoleh akses fasilitas dan pasar yang lebih baik, sementara hasil tangkapan memiliki peluang untuk mendapatkan nilai tambah lebih tinggi melalui distribusi dan pengolahan yang lebih terjaga.