Peserta kedua menampilkan integrasi data dan tata kelola sampah serta kolaborasi stakeholder untuk mengoordinasikan titik koordinat dan regulasi pemilahan dari sumber.
Selanjutnya ketiga mengusung peningkatan tata kelola dan digitalisasi sampah berbasis eco-lab banjar.
Finalis keempat menghadirkan model penyediaan akses air bersih tanpa pompa dan listrik.
Dan finalis kelima memaparkan sistem pengelolaan sampah organik terintegrasi desa yang menggabungkan TPS3R dengan pertanian.
Berdasarkan hasil penilaian tiga juri dalam sesi tersebut, tiga inovasi yang keluar sebagai pemenang utama adalah solusi pengolahan kakao berkelanjutan, sistem pengelolaan sampah berbasis banjar, serta sistem pengelolaan sampah organik terintegrasi.