Hasil pemilihan legislatif kali ini menandai kemunduran bagi SNS pimpinan Vucic yang sudah mendominasi politik Serbia sejak 2012.

Padahal, dalam pemilu legislatif terakhir pada Desember 2023, koalisi SNS mendapat 46,75 suara dengan raihan 129 kursi.

Sementara, koalisi oposisi terbesar saat itu, Serbia Menolak Kekerasan, mendapat 23,66 persen suara dan 65 kursi, dan koalisi Partai Sosialis pimpinan Dacic mendapat 6,55 persen suara dan 18 kursi parlemen.

Presiden Montenegro Jakov Milatovic menyampaikan selamat kepada koalisi mahasiswa atas kemenanganannya dalam pemilu. Melalui media sosial X, ia mengapresiasi rakyat Serbia yang menyampaikan suaranya via pemilu.

Ia berharap hasil pemilu tersebut membuka halaman baru dalam hubungan Montenegro-Serbia yang berasaskan persahabatan, dialog, dan masa depan bersama di Eropa.

Sementara itu, pemilu legislatif kali ini juga mengikutsertakan sejumlah partai politik yang mewakili komunitas Bosnia di Serbia, khususnya yang berada di wilayah barat daya Serbia.

Di antara partai-partai politik itu adalah Partai Keadilan dan Rekonsiliasi (SPP) yang dikenal melalui Usame Zukrlic, Partai Tindakan Demokratik Sandzak (SDA Sandzaka) pimpinan Sulejman Ugljanin, dan koalisi terpisah pimpinan Rasim Ljajic.

Pada pemilu 2023, Zukorlic berhasil mendapat 0,76 persen suara dan meraih dua kursi parlemen, sementara SDA Sandzaka menerima 0,57 persen suara dan dua kursi parlemen.

Aturan pemilu Serbia mengecualikan koalisi minoritas dari ambang batas parlemen sebesar tiga persen dan menjamin alokasi kursi bagi mereka. Namun demikian, penentuan siapa yang memenangkan kursi minoritas dilakukan setelah penetapan hasil akhir pemilu.