Pemilihan legislatif pada Minggu ditandai dengan tingginya jumlah pemilih, antrean pada TPS, dan banyaknya laporan kecurangan.

Jumlah pemilih mencapai 67,6 persen hingga pukul 7 malam waktu setempat, menurut perkiraan Ipsos dan CeSID, jauh lebih tinggi dari angka 58,7 persen pada pemilu Desember 2023.

CeSID mengatakan juga telah menerima 300 lebih laporan ketidakwajaran dalam proses pemungutan suara per pukul 8 malam. Mereka berkata akan terus memverifikasi laporan semacam itu.

Adapun modus kecurangan yang terjadi antara lain pemilih tanpa identitas diri, surat suara terpakai difoto, memilih secara rombongan, masalah teknis di TPS, serta dugaan intimidasi pemilih dan penyogokan.

Pemilihan legislatif kali ini berlangsung setelah protes antipemerintah selama dua tahun menyusul ambruknya kanopi di stasiun kereta api di Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang.

Tragedi tersebut memicu unjuk rasa besar-besaran oleh mahasiswa yang menuntut pertanggungjawaban dan langkah konkret terhadap korupsi. Gerakan mahasiswa tersebut kemudian tumbuh menjadi penantang politik terbesar terhadap SNS pimpinan Vucic.

Pileg pada Ahad itu merupakan pemilihan legislatif ke-15 di Serbia sejak pulihnya politik multipartai pada 1990 serta pemilu ke-10 yang digelar lebih awal dari jadwal.

KPU Republik Serbia akan terus memperbarui hasil pemilu seiring berlanjutnya penghitungan suara.

Penerjemah: Nabil Ihsan