Al-Maliki mengatakan sumber daya tersebut digunakan kelompok Houthi untuk mendukung upaya perang dan memperkuat kemampuan militer mereka, terutama program rudal balistik dan drone mereka. Namun, dia tidak menyebutkan lokasi operasi maupun memberikan perincian mengenai hasilnya. Pada Minggu yang sama, sejumlah warga dan seorang pejabat keamanan di kota pelabuhan Aden, Yaman selatan, mengatakan sebuah rudal yang diluncurkan kelompok Houthi menghantam area dekat fasilitas militer pemerintah di kota tersebut dan memicu ledakan dahsyat. Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan kepada Xinhua bahwa rudal tersebut menghantam area dekat fasilitas militer yang digunakan oleh pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi di Distrik Al-Buraiqa, Aden barat. Tidak ada korban yang dilaporkan. Warga setempat menggambarkan suara ledakan keras yang terdengar hingga ke sejumlah kawasan permukiman.

Kelompok Houthi tidak segera memberikan komentar mengenai serangan tersebut. Aden, yang menjadi pusat sementara pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, semakin sering menjadi sasaran serangan rudal dan drone yang dilancarkan kelompok Houthi dalam eskalasi konflik terbaru. Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara. Situasi tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman.