"Saat dilakukan penyergapan, para pelaku melarikan diri ke area rawa bakau dan perkebunan kelapa sawit," katanya.
Para pelaku yang kabur meninggalkan beberapa barang bukti, di antaranya dua truk dalam kondisi menyala, 177 karung pasir timah, satu unit mobil Toyota Avanza berwarna silver dalam keadaan terkunci, dan dua kapal pelangsir tanpa muatan.
"Barang bukti diamankan dan dibawa ke Posal Mendanau Lanal Bangka Belitung. Sementara itu, dua kapal pelangsir direncanakan dibawa menuju dermaga Posal Mendanau," ungkap Tunggul.
Tunggul menegaskan kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya komitmen TNI AL dalam memberantas aksi penyelundupan barang barang ilegal, terutama hasil bumi negara.
Dia memastikan pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak aksi penyelundupan barang-barang ilegal di laut.