"Kami berharap masyarakat tidak ragu-ragu untuk menginformasikan bila ada hal-hal yang mencurigakan mengingat dampaknya bagi generasi muda," ujarnya.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, personel Kodaeral X menggagalkan penyelundupan 14 kilogram ganja dari Papua Nugini melalui perairan Skouw Sae menuju Kota Jayapura.
Dalam pengungkapan tersebut, tujuh warga Papua Nugini menggunakan perahu motor bermesin 40 tenaga kuda (PK) dan melarikan diri ke perairan negaranya setelah membuang karung berisi ganja ke laut.
Petugas TNI AL berhasil mengamankan barang bukti ganja tersebut, tetapi tidak dapat menangkap para penyelundup karena keterbatasan kemampuan mesin perahu patroli yang saat itu hanya berkekuatan 15 PK.
Kodaeral X kemudian memperkuat pengamanan di Pos TNI AL Skouw Sae dengan menempatkan satu unit kapal patroli jenis Rigid Buoyancy Boat (RBB) bermesin ganda masing-masing 300 PK.