Pembelajaran mendalam atau deep learning bukan kurikulum baru, melainkan pendekatan yang menekankan proses belajar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Murid tidak cukup mengingat informasi atau meniru contoh. Mereka perlu mengalami proses memahami pengetahuan, mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan, dan merefleksikan proses serta hasilnya. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan perancang pengalaman yang membantu murid membangun pemahaman, menguji gagasan, dan menjelaskan alasan di balik kesimpulannya.