NADIKABAR.COM — Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menjajaki peluang menjadi tuan rumah sejumlah kejuaraan internasional yang masuk jalur kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 melalui diplomasi olahraga di Dakar, Senegal.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan penjajakan tersebut dilakukan di sela penyelenggaraan Olimpiade Remaja (Youth Olympic Games/YOG) Dakar 2026.

"Setiap 'multievent' adalah kesempatan bagi kita untuk berdiplomasi. Pada kesempatan Youth Olympic Games Dakar 2026, kami bertemu langsung dengan para pimpinan federasi internasional, IOC, dan berbagai organisasi olahraga dunia. Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki peluang agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, khususnya yang berkaitan dengan jalur kualifikasi Olimpiade," kata Okto.

Dalam upaya tersebut, Okto bertemu dengan sejumlah pimpinan federasi internasional, termasuk Presiden World Skate Sabatino Aracu, Presiden Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) Petra Sörling, Presiden Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) Mohammed Jalood, dan Presiden World Aquatics Husain Al-Musallam.

Pertemuan juga dilakukan dengan Presiden Federasi Panjat Tebing Dunia (World Climbing) Marco Maria Scolaris, Presiden Federasi Senam Dunia (World Gymnastics) Morinari Watanabe, Presiden Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) David Lappartient, serta Presiden World Triathlon Antonio Fernández Arimany.

Selain itu, Okto bertemu dengan Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Khunying Patama Leeswadtrakul, Presiden Kehormatan Federasi Otomotif Internasional (FIA) Jean Todt, dan Presiden Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat (USOPC) Gene Sykes.

Menurut Okto, sejumlah federasi memberikan tanggapan awal yang positif, termasuk dari cabang panjat tebing dan olahraga sepatu roda, dengan membuka peluang bagi Indonesia untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah sesuai persyaratan penyelenggaraan.

KOI juga membahas kemungkinan penyelenggaraan kejuaraan tinju internasional di Indonesia, termasuk di Bali, pada November atau Desember 2027. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan.

"Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya mampu berpartisipasi, tetapi juga bisa menjadi tuan rumah yang baik dan sejajar dengan negara-negara lain. Ini bagian dari diplomasi olahraga yang terus kita bangun," ujar Okto.

Ia berharap penyelenggaraan lebih banyak kejuaraan internasional di dalam negeri dapat memperluas kesempatan atlet nasional berkompetisi sekaligus mendukung persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi KOI memperkuat kerja sama dengan federasi internasional dan meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia menyelenggarakan kompetisi olahraga dunia.

Sementara itu, Olimpiade Remaja Dakar 2026 berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November dan menjadi ajang Olimpiade pertama yang diselenggarakan di Afrika.

Berdasarkan data sementara hingga Kamis pukul 05.00 WIB, Indonesia berada di peringkat ke-34 klasemen medali dengan satu perak dan satu perunggu.

Medali perak diraih atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu pada nomor men's changquan combined, sedangkan perunggu disumbangkan judoka Sashenka Cahaya Fatimah pada kelas 63 kilogram putri.