NADIKABAR.COM β Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memperkuat kolaborasi dengan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) untuk mendorong perkembangan tenis meja nasional, termasuk melalui penyelenggaraan dua turnamen internasional WTT Youth di Bali pada November 2027.
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan kerja sama dengan federasi internasional menjadi bagian penting dari diplomasi olahraga untuk memperluas kesempatan atlet Indonesia dan meningkatkan daya saing olahraga nasional.
"Salah satu ambisi kami adalah membawa dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang World Table Tennis di Indonesia. Kami juga berharap dapat membawa olahraga tenis meja ke level yang lebih tinggi," ujar Okto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Dua turnamen yang direncanakan berlangsung di Bali tersebut adalah WTT Youth Contender pada 15-18 November 2027 dan WTT Youth Star pada 19-21 November 2027.
Kedua ajang itu akan mempertandingkan kelompok usia U-11, U-13, U-15, U-17, dan U-19 untuk nomor tunggal, ganda, serta ganda campuran.
Rencana Indonesia menjadi tuan rumah kedua kompetisi tersebut bermula dari inisiatif Indonesia Pingpong League (IPL) yang mengajukan diri kepada ITTF pada 2025. Setelah memenuhi prosedur dan persyaratan, termasuk kewajiban lisensi penyelenggaraan, Indonesia memperoleh kesempatan menggelar kompetisi dalam kalender World Table Tennis (WTT).
Penyelenggaraan WTT Youth diharapkan membuka kesempatan bagi atlet muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur kualitas permainan di tingkat internasional.
Hasil pertandingan dalam kompetisi tersebut juga akan tercatat dalam basis data pemeringkatan internasional sehingga dapat menjadi sarana bagi atlet untuk membangun rekam jejak dan meningkatkan peringkat dunia sebagai bekal menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden ITTF Petra SΓΆrling mengapresiasi peran NOC Indonesia dalam membantu menyelesaikan persoalan tata kelola tenis meja Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun.
Ia menyampaikan terima kasih atas komitmen dan kontribusi NOC Indonesia dalam mendorong penyelesaian persoalan tersebut sehingga memberikan kepastian bagi perkembangan tenis meja nasional.
Petra menyambut positif komunikasi dan kolaborasi yang dibangun bersama NOC Indonesia serta menegaskan dukungan ITTF terhadap pengembangan tenis meja di Tanah Air, termasuk melalui penyelenggaraan kompetisi internasional.
"Saya sangat senang dengan kerja sama yang telah terjalin dan berharap dapat melihat semakin banyak perkembangan serta kegiatan tenis meja di Indonesia. Kami memberikan dukungan penuh karena kami juga ingin melihat olahraga tenis meja semakin berkembang di Indonesia," kata Petra.
Presiden ITTF itu juga mengapresiasi perkembangan ekosistem tenis meja Indonesia di bawah kepemimpinan Petrus Reinhard Golose, terutama dari sisi organisasi, kompetisi, dan semakin terbukanya ruang partisipasi.
Ia berharap perkembangan tersebut terus berlanjut sehingga tenis meja Indonesia semakin maju dan mampu meningkatkan kiprahnya di tingkat internasional.