"Dia tinggal tuh sama emak bapaknya, sama keluarganya. Gitu. Terus sama motor-motornya," katanya.

Mengetahui ada kejanggalan, pihak Samsat Ciledug lalu mengambil langkah. Mereka memblokir data mobil sport McLaren tersebut.

"Kita datangin untuk memastikan itu dan membantu si Bang Yuda ini. Jangan sampai datanya ini apa namanya, dipakai orang lain. Kita blokir lah, datanya," kata Idam.

Dengan pemblokiran itu, Yuda tidak lagi menanggung tunggakan pajak tersebut. Pemblokiran juga dilakukan untuk memastikan identitas Yuda tidak disalahgunakan untuk mengemplang pajak.

"Jangan sampai nanti mobil ini karena disalahgunakan oleh pemilik aslinya itu, nanti yang kena Bang Yuda. Kasihan," ucapnya.

Lebih lanjut, pihak Samsat Ciledug menaruh kecurigaan pada pihak ketiga yakni leasing. Samsat menduga ada permainan oleh pihak leasing atau showroom.

"Ini benar atas nama Yuda. Alamat sama, KTP sama, RT sama, RW sama, kelurahan sama," kata Idam.

Idam mengaku telah bertanya ke Yuda apakah dia pernah meminjamkan KTP kepada seseorang. Menurut Idam, Yuda mengaku tidak pernah memberikan data pribadinya kepada siapa pun.