NADIKABAR.COM — Koleksi wastra dari 10 negara di wilayah Asia Tenggara dipamerkan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat dari 26 Oktober 2026 sampai 8 Januari 2027 dalam ekshibisi budaya bertajuk "Waves of Weave."
Menurut siaran pers kementerian pada Senin, kain tradisional dari Indonesia, Malaysia, Kamboja, Timor-Leste, Thailand, Republik Demokratik Rakyat Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam dipamerkan dalam ekshibisi tersebut.
Koleksi wastra ditampilkan dalam instalasi imersif yang memadukan sejumlah tekstil bersejarah dengan kreasi yang lebih modern serta menunjukkan keberagaman teknik, riwayat historis, serta pertukaran budaya yang ikut membentuk tradisi tekstil di Asia Tenggara.
Ekshibisi budaya "Waves of Weave" juga mencakup presentasi kebaya dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Kebaya pada 2024 dimasukkan ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO melalui nominasi bersama kelima negara tersebut.
Para pengunjung pameran bisa menelusuri akar tradisi yang sama serta mengenal corak khas kebaya dari masing-masing negara selama ekshibisi budaya "Waves of Weave."
Ekshibisi budaya itu juga menghadirkan koleksi kebaya, kain batik, dan aksesori milik Gusti Raden Ayu Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, yang dikenal sebagai Gusti Nurul.
Putri bangsawan yang dijuluki sebagai "Bunga Mangkunegaran" itu selalu mengenakan kebaya dan kain panjang batik beserta aksesori dalam keseharian maupun dalam acara resmi.
Ekshibisi "Waves of Weave" menyajikan 42 koleksi kebaya, wastra, dan aksesori yang diperoleh dari kolaborasi dengan sejumlah kolektor dan institusi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pameran itu menunjukkan peran penting budaya dalam mempererat hubungan antarnegara.
"Dengan mempertemukan kedutaan besar, desainer, lembaga pelestarian warisan budaya, kolektor, dan komunitas budaya, mode turut memperkuat cara Asia Tenggara memandang identitas kawasannya sendiri, sekaligus bagaimana kawasan ini dikenal dan dipandang oleh dunia," katanya.
Ia berharap penyelenggaraan pameran bisa mendorong generasi muda untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan warisan serta mendukung pewarisan pengetahuan dan tradisi antar-generasi.
Di samping itu, ekshibisi diharapkan dapat membuka ruang dialog tentang warisan tekstil kawasan dan mempererat hubungan antar-negara di Asia Tenggara.
Penyelenggara Jakarta Fashion Week (JFW) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, Indonesian Heritage Agency, Museum Nasional Indonesia, Adhvan Media, dan ASA dalam menghadirkan ekshibisi "Waves of Weave."
Warga yang berminat untuk menyaksikan pameran bisa datang ke Museum Nasional Indonesia pada hari Selasa sampai Minggu pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp50 ribu per orang.