Kolesterol LDL yang tinggi dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak di pembuluh darah. Jika aliran darah menuju otak terganggu atau tersumbat, seseorang dapat mengalami stroke.
Gejalanya antara lain wajah tampak tidak simetris, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, hingga kehilangan keseimbangan.
Gejala stroke merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Jangan menunggu keluhan membaik dengan sendirinya.
Bagaimana cara mengetahui dan mencegah kolesterol tinggi?
Karena sering tidak menunjukkan gejala, pemeriksaan kolesterol secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.
Risiko kolesterol tinggi dapat dipengaruhi oleh pola makan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, berat badan berlebih, faktor usia, hingga riwayat keluarga.
Untuk membantu menjaga kadar kolesterol, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak serat dari sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga berat badan, serta menghindari rokok, demikian mengutip CDC dan sumber-sumber lain.