NADIKABAR.COM — Presiden Ekuador Daniel Noboa pada Jumat (16/10) mengumumkan bahwa Kolombia telah kembali mengekspor listrik ke Ekuador, yang sistem kelistrikannya sedang mengalami tekanan akibat kondisi kekeringan.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Noboa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella atas dimulainya kembali ekspor listrik tersebut dan menekankan pentingnya kerja sama antara kedua negara. Kolombia menghentikan sementara ekspor listrik komersial ke Ekuador dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa fenomena El Nino yang semakin intensif dapat meningkatkan risiko kekurangan pasokan listrik di dalam negeri. Dimulainya kembali pasokan listrik ini akan membantu meringankan tekanan pada sistem kelistrikan Ekuador, yang telah tertekan akibat berkurangnya aliran sungai yang menjadi sumber air bagi pembangkit listrik tenaga airnya.

Kurangnya curah hujan di Ekuador selatan telah menyebabkan kondisi kekeringan, yang memengaruhi tinggi muka air waduk di Kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Paute, yang memasok sekitar 35 persen listrik ke sistem interkoneksi nasional Ekuador. Interkoneksi listrik dengan Kolombia dapat memenuhi sekitar 10 persen dari permintaan puncak Ekuador, sehingga berfungsi sebagai cadangan ketika pembangkitan listrik tenaga air sedang rendah. Meskipun pemerintah mengesampingkan kemungkinan pemadaman listrik bagi rumah tangga, industri yang terhubung ke jaringan tegangan menengah dan tinggi menghadapi pemadaman listrik hingga 72 jam per pekan karena pihak berwenang berupaya meringankan tekanan pada sistem.

Langkah ini menuai penentangan dari kelompok-kelompok bisnis karena kekhawatiran atas potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan ketenagakerjaan. Pada 2024, Ekuador mengalami krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mengakibatkan pemadaman listrik hingga 14 jam sehari.