Penggunaan teknologi itu, kata dia, karena bangunan sekolah rakyat memiliki area luas dan program itu juga mengusung konsep sekolah berasrama, sehingga perlu diawasi detail.

Ia menjelaskan, talenta yang menjadi peserta AITF tetap akan dilibatkan dalam proses pengembangan ketika nantinya modul tersebut telah diimplementasikan di Sekolah Rakyat.

"AI itu sifatnya tidak umum tetapi customize, pada intinya teman-teman ini sudah memiliki bentuk umum prototipe," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Imam Santoso, mengatakan, model pengawasan yang disiapkan menjadi bagian memitigasi terjadinya perundungan maupun intoleransi di sekolah rakyat.