Tekanan paling terlihat pada Juli, ketika EBITDA yang disesuaikan GoRide berbalik negatif. Margin EBITDA yang disesuaikan Mobility terhadap nilai transaksi bruto atau GTV turun 50 basis poin secara tahunan menjadi 2,5%.
GTV Mobility relatif tidak berubah dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni sebesar Rp6,3 triliun. Namun, pendapatan bersih turun 5% menjadi Rp757 miliar, mencerminkan tekanan terhadap pendapatan meski nilai transaksi tetap stabil.
Segmen on-demand services atau ODS, yang mencakup bisnis transportasi dan pengantaran Gojek, membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp347 miliar, turun sekitar 25% dari kuartal sebelumnya.