Di tingkat grup, pertumbuhan bisnis fintech membantu mengimbangi tekanan pada bisnis Mobility. EBITDA yang disesuaikan fintech mencapai Rp550 miliar, meningkat dari Rp481 miliar pada kuartal II.
GoTo membukukan laba bersih Rp441 miliar, berbalik dari rugi Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini menandai pencapaian laba bersih grup selama tiga kuartal berturut-turut.
GoTo juga menaikkan target EBITDA yang disesuaikan grup untuk setahun penuh menjadi Rp3,5–3,7 triliun dari Rp3,2–3,4 triliun. Sementara itu, target ODS berada pada Rp1,4–1,6 triliun, masih di bawah target awal tahun sebesar Rp1,7–1,8 triliun, mencerminkan tekanan yang masih dihadapi bisnis tersebut.