NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai pergantian Kepala Staf TNI AD (KSAD) dari Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang kemudian dijabat oleh Jenderal TNI Tandyo Budi Revita adalah langkah strategis yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, langkah pergantian pimpinan di tubuh militer itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kepentingan nasional dan melindungi masyarakat. Kebijakan tersebut, kata dia, berlandaskan pada prinsip konstitusi serta semangat untuk memperkuat stabilitas dan kepercayaan publik, sehingga patut didukung bersama.
"Dalam konteks perkembangan geopolitik dan tantangan global dewasa ini, kebijakan Presiden Prabowo menjadi semakin relevan," kata Dave di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan bahwa dunia tengah menghadapi dinamika yang kompleks, mulai dari ketegangan regional, perubahan lanskap ekonomi, hingga isu keamanan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Langkah-langkah yang ditempuh Presiden, menurut dia, menunjukkan kemampuan membaca situasi internasional secara tepat dan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kuat di tengah arus perubahan global.
Untuk itu, dia menyampaikan Komisi I DPR RI mendukung penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo dan pemerintah, serta mendorong agar implementasinya berjalan efektif dan konstruktif.
"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, DPR, dan masyarakat, setiap kebijakan yang dijalankan akan memberikan manfaat nyata, menghadirkan rasa aman, serta membuka harapan baru bagi bangsa dan negara di tengah dinamika global yang terus berkembang," kata dia.
Sebelumnya, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/20).
Tandyo, yang semula menjabat Wakil Panglima TNI, ditetapkan sebagai KSAD sebagaimana tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106 TNI tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Mayjen TNI Wahyu Yudhayana saat prosesi upacara.
Di Istana Negara, Jakarta, pelantikan Tandyo digelar bersamaan dengan pelantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang semula menjabat KSAD, sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.