NADIKABAR.COM β€” Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian memberantas aksi premanisme hingga pihak yang menjadi petinggi kelompok tersebut menyusul dugaan penganiayaan terhadap seorang pedagang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

β€œPolisi harus tindak tegas pelaku dan para gerombolannya itu, sterilkan pasar dari premanisme. Pemberantasan preman ini harus jadi prioritas karena memang keberadaan mereka sudah sangat mengkhawatirkan," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni menanggapi video yang beredar di media sosial dan memperlihatkan seorang pedagang perempuan di Pasar Griya Bukit Jaya, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban penganiayaan pada Senin (5/10).

Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, korban terlihat mengalami kekerasan hingga menangis dan merintih kesakitan.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Hilal Adi Imawan pada Selasa (6/10) mengatakan korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Sahroni meminta kepolisian memproses hukum pelaku apabila terbukti melakukan kekerasan dan mengganggu keamanan.

"Para preman ini harus diproses hukum dan kalau terbukti melakukan kekerasan dan gangguan keamanan, segera proses pidana. Selain itu, polisi juga wajib menyikat para preman ini sampai petinggi-petingginya. Agar mereka tahu bahwa ini negara hukum, tidak bisa mereka semena-mena melanggar hukum,” ujarnya.

Menurut Sahroni, pasar merupakan ruang publik tempat masyarakat mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sehingga negara harus memastikan aktivitas di dalamnya berlangsung aman tanpa intimidasi, pemalakan, maupun penguasaan oleh kelompok tertentu.

β€œPasar jangan sampai dikuasai preman. Jangan ada setoran, pemalakan, ancaman, atau kekerasan terhadap pedagang maupun masyarakat. Negara harus memastikan orang bisa berdagang dan berbelanja dengan aman. Kalau ada yang mencoba menguasai ruang publik dengan cara-cara seperti ini, tindak tegas dan jangan kasih ruang,” kata Sahroni.