Sebelumnya, Kemenhut mengonfirmasi kematian seekor orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna. Sempurna sebelumnya ditemukan pingsan karena mengalami gangguan pernapasan diduga akibat paparan asap karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalbar.
Dilansir tim redaksi, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyampaikan dukacita atas kematian Sempurna. Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.
"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya," kata Murlan, Kamis (3/9).