"Alhamdulillah terima kasih dan lega karena lembaga yang begitu penting akhirnya terbentuk kembali, dan selamat kepada Bapak Satyawan Pudyatmoko yang baru dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Manggrove Nasional (BPGMN) dan bisa segera bergerak memaksimalkan upaya pemadaman di lahan gambut," ujar Daniel Johan.
Politikus PKB ini menilai pemadaman kebakaran gambut membutuhkan strategi khusus dan tak cukup hanya mengandalkan metode seperti water bombing. Menurutnya, air perlu disalurkan langsung ke lahan gambut yang terbakar agar api dan bara dapat dipadamkan secara menyeluruh.
"Strateginya harus lebih ekstra dan tidak bisa dengan cara-cara biasa seperti water bombing saja. Gambut harus dibasahi dengan menyuntikkan air langsung ke lahan-lahan yang terbakar," ujarnya.
"Biayanya tentu besar, tetapi demi meminimalkan asap, langkah ini harus dilakukan dalam jangka pendek sampai api dan bara padam total," sambung dia.
Dia juga mengingatkan potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027 dapat menambah tantangan dalam penanganan kebakaran lahan. Sebab itu, upaya pemadaman perlu dibarengi dengan pemulihan ekosistem gambut untuk mencegah kebakaran berulang.
"PR (pekerjaan rumah) besarnya adalah memulihkan kembali ekosistem gambut yang sudah rusak, segera pulihkan 70 persen sekat kanal yang rusak dan 60 persen lahan gambut yang saat ini mengering di bawah batas aman," katanya.