NADIKABAR.COM β Anggota Panja RUU Ketenagakerjaan Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin mengatakan hilirisasi dan pengembangan industri turunan menjadi modal untuk memperbesar konversi investasi menjadi lapangan kerja dalam jumlah yang besar.
βSektor-sektor investasi yang ada dalam ranking tertinggi adalah padat modal. Nah bagaimana caranya agar investasi ini membuka lapang kerja dalam jumlah yang besar? Maka mau tidak mau, pemerintah harus memikirkan agar hilirisasi itu betul-betul bisa terjadi. Industri-industri turunan harus segera dibuat,β kata Zainul dalam diskusi CSIS mengenai arah kebijakan ketenagakerjaan, yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.
Zainul menyebut berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, angka realisasi investasi pada Kuartal II (Triwulan II) tahun 2026 naik sekitar 7 persen pada periode yang sama tahun 2025 yakni dari Rp477 triliun menjadi Rp511,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 742.293 tenaga kerja atau meningkat 5,1 persen.
Jika dilihat dari komposisi investasi saat ini terdiri atas sekitar 37,1 persen investasi padat modal, 23,1 persen padat karya, dan 39,8 persen investasi dengan karakter moderat. Investasi dengan porsi padat modal tersebut antara lain banyak masuk ke sektor industri logam, barang, mesin dan peralatan serta pertambangan.