"Saya berkali-kali menyampaikan kepada pemerintah bahwa anggaran tim penyelamat, Basarnas, Pos TNI AL, dan Polair tidak boleh dikurangi. Anggarannya harus cukup agar mereka bisa menyelamatkan nyawa masyarakat secara maksimal," katanya.
Menurut dia, tim penyelamat merupakan garda terdepan sekaligus lapisan perlindungan terakhir bagi penumpang ketika terjadi kecelakaan transportasi laut. Karena itu, kesiapan personel dan sarana pendukung harus terus diperkuat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan evakuasi tidak hanya perlu diapresiasi, tetapi juga harus menjadi bahan pembelajaran bagi penyelenggara transportasi laut dan pemerintah untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dalam setiap insiden serupa.
"Keselamatan penumpang harus tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut, didukung oleh kesiapan operator kapal, kecukupan anggaran tim penyelamat, dan partisipasi masyarakat di wilayah perairan," ujarnya.