Agung Mayun menambahkan penguatan sektor tersebut juga membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki karakter, kreativitas, keterampilan, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Selain menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah, lanjut dia, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang dilakukan pemerintah daerah diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi UMKM, seniman, generasi muda, desa, dan masyarakat lokal memperoleh manfaat ekonomi.
“Kami terus berupaya membangun kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.