Tetapi, dia menambahkan, harus terdapat pengembangan metode praktik terbaik demokrasi ke depannya, salah satunya melalui Musrenbang 5.0.

Dengan Musrenbang 5.0, Willy menuturkan semua pihak bisa melakukan musyawarah mengenai perencanaan pembangunan HAM di mana pun dan kapan pun.

"Karena kita harus menjadikan hak asasi manusia sebagai zeitgeist, spirit, elan untuk menuju Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, dan berdaulat," ucap dia.

Musrenbang HAM membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk turut andil dalam pembuatan keputusan, di mana Penggerak HAM bertugas membawa suara warga terpencil, kelompok rentan, serta masyarakat yang sulit menjangkau layanan publik secara utuh dan aman.