NADIKABAR.COM — Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengatakan telah melengkapi sarana dan prasarana pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Selain fokus pada penyiapan fasilitas konservasi gajah dan penghijauan kembali kawasan, langkah konkret mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terus diperkuat, kami juga telah melengkapi sarana dan prasarana pencegahan," kata Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK Brigjen TNI Sriyanto, di Bandarlampung, Selasa.
Ia juga mengatakan bahwa Komite Gabungan TNWK juga telah menyalurkan bantuan 10 unit mesin pompa air beserta perlengkapan selangnya.
"Guna memitigasi karhutla kami juga membuat sumur di area rawan kekeringan untuk menjamin ketersediaan pasokan air saat penanganan kebakaran," kata dia.
Ia mengatakan dari target 12 sumur, saat ini sudah terbangun delapan titik yang airnya sudah keluar dan siap digunakan. Di mana pembuatan sumur diprioritaskan pada wilayah tengah hingga utara TNWK karena kondisinya cenderung kering dan sulit akses air.
"Untuk sumur-sumur yang belum jadi kami targetkan dirampungkan dalam waktu dekat karena kehadiran sumber-sumber air baru ini diharapkan dapat memangkas risiko karhutla secara signifikan sekaligus mendukung upaya pemulihan ekosistem Way Kambas secara berkelanjutan," kata dia.
Pada sisi lain Sriyanto juga menyampaikan mitigasi konflik satwa dan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus dipacu dengan melibatkan masyarakat sekitar.
"TNWK ini bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, dan begitu pula sebaliknya. Jadi kita harus menciptakan kehidupan yang harmonis, sehingga setiap kegiatan di TNWK selalu melibatkan masyarakat lokal sehingga dampak sosial dan ekonominya semakin besar," kata dia.