NADIKABAR.COM — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM) mengecam aksi kelompok kriminal bersenjata(KKB) yang menembak tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Jayawijaya, Papua Pegunungan, usai membawa bantuan untuk warga. Perbuatan pelaku mengakibatkan ketiga korban gugur.

"Komnas HAM mengecam tindakan penembakan yang mengakibatkan meninggalnya tiga warga sipil tersebut," ucap Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Anis pun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ketiga korban. Dia menegaskan, perbuatan pelaku telah merampas hak hidup warga sipil.

"Penghormatan terhadap kehidupan manusia harus menjadi batas mendasar bagi setiap pihak dalam situasi kekerasan maupun konflik," ujarnya.

Anis menekankan, prinsip-prinsip kemanusiaan dan perlindungan terhadap warga sipil harus dihormati oleh seluruh pihak dalam setiap situasi kekerasan bersenjata. Warga sipil tidak boleh menjadi sasaran serangan semata-mata karena pekerjaan, identitas, asal-usul, ataupun dugaan keberpihakan.

Komnas HAM mendesak KKB atau kelompok sipil bersenjata (KSB) di Papua untuk menghentikan segala bentuk kekerasan. Dia kembali menegaskan pentingnya prinsip-prinsip kemanusiaan dan menjamin perlindungan terhadap warga sipil.

"Komnas HAM juga meminta kepolisian, khususnya Polda Papua melakukan penyelidikan secara efektif, profesional, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap pelaku serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut," papar Anis.

Aparat negara harus memastikan keselamatan masyarakat, menghindari penggunaan kekuatan yang tidak diperlukan atau tidak proporsional. Selain itu harus serta mencegah timbulnya korban sipil, ketakutan, pengungsian, dan terganggunya kehidupan masyarakat.

"Komnas HAM akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penanganan peristiwa ini serta mendorong perlindungan, keadilan, dan pemulihan bagi korban dan keluarganya," tegas Anis.

Diketahui, penembakan terjadi di jalanan Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga korban merupakan ASN Dinas Pertanian Jayawijaya bernama Aprida Rapi' (49), Albinus Mehan (35), dan Wili Mbuik (24).

Korban dan rekannya dari Dinas Pertanian awalnya memberikan bantuan ternak anak babi, pengecekan lahan cetak sawah dan penyuluhan peternakan di Distrik Muliama. Sepulang dari kegiatan itu, rombongan diadang KKB.

"Dalam perjalanan kembali menuju ke Kabupaten Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga diadang oleh kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Setelah kendaraan berhenti, ketiga korban diminta turun dari mobil. Ketiganya lalu dibawa ke belakang mobil dan tak lama terdengar tiga kali suara tembakan oleh KKB.

"Ketiga korban kemudian diminta untuk turun dari kendaraan dan digiring menuju belakang kendaraan. Tidak lama kemudian terdengar tiga kali letusan senjata api," bebernya.