"(Selama memenangkan penyedia outsourcing, ada perintah Fadia untuk memutus kontrak PT RNB karena anaknya adalah direkturnya?) Tidak pernah, karena saya nggak mau Bu Fadia ikut campur di usaha saya," ucapnya.

"Saya selalu diam-diam, jadi saya bergerak sendiri. Kalau sama Bu Fadia jujur saya nggak terlalu dekat, Bu Fadia tau saat saya mau bagi-bagi parsel, baru Bu Fadia ngomong ke saya," lanjutnya.

Selain itu Sabiq juga membantah Fadia ikut membantu dalam pencairan di PT RNB. Sabiq menyebut Fadia tak ikut campur dalam operasional PT RNB.

"(Tidak ada uang dari Fadia?) Saya kalau pinjam selalu ke ayah saya, kalau ayah saya uang dari mana juga nggak tahu," ucapnya.

Jaksa lantas memperlihatkan barang bukti berupa pengiriman uang dari Fadia yang ditransfer ke rekening PT RNB. Sabiq menyebut, uang itu pinjaman dari Fadia saat Anggi tak bisa menghubungi dirinya.

"Saat itu Anggi komunikasi ke saya waktu di pesawat saya nggak bisa dihubungi. Saya nggak pernah pinjam ke Bu Fadia, tapi Anggi yang inisiatif pinjam ke Bu Fadia karena katanya dia tahu Bu Fadia nggak tegaan ke orang. Selain itu nggak ada, karena saya pinjam selalu ke ayah saya. Semua modal dari ayah saya," ujarnya.

Saksi berikutnya yaitu suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu. Dalam persidangan, Ashraff sempat menyampaikan kekesalannya karena istrinya dibawa ke pengadilan karena bisnis yang dianggapnya receh itu.

Ashraff menyebut baru mengetahui anaknya yang pernah menjadi Dirut PT RNB juga menggarap proyek outsourcing di Pemkab Pekalongan. Menurut dia, bisnis itu tidak memberikan keuntungan besar.

"Tanpa sepengetahuan saya, anak saya ikut outsourcing yang bagi saya itu adalah bisnis receh. Nggak ada untung sama sekali, tapi membuat istri saya dipenjara. Saya sangat kesal sekali," kata Ashraff.

Dia juga membandingan keuntungan bisnis outsourcing dengan aset keluarga yang menurutnya tidak setara.

"Saya sedih juga pak ya. Istri saya kena apa masalah di RNB yang cuma Rp 50-60 juta untung sebulan, rumah saya miliaran disita. Sedih juga saya, itu pun dibeli sebelum istri saya jadi bupati," ucapnya.

Ashraff mengatakan sejumlah aset keluarganya sudah dimiliki jauh sebelum Fadia menjadi bupati. Menurut dia, aset tersebut berasal dari penghasilan dirinya dan istrinya sebagai pelaku usaha dan penyanyi.